JURNALMERDEKA.id, Pangkalpinang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Pangkalpinang mengakui adanya krisis tenaga pendidik/guru di wilayahnya. Kepala Dikbud Kota Pangkalpinang, Erwandi, mengungkapkan bahwa saat ini kota tersebut mengalami kekurangan sekitar 200-an guru.
Kekurangan ini diperparah dengan gelombang pensiunan. “Sampai saat ini saja di Kota Pangkalpinang kekurangan sekitar 200-an tenaga pendidik dikarenakan pensiun, ditambah lagi tahun ini sudah ada sebanyak 60 orang guru yang sudah pensiunan,” ujar Erwandi.
Menanggapi krisis tenaga pendidik ini, Erwandi menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan formasi guru kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pangkalpinang. Namun, upaya tersebut terbentur oleh regulasi.
“Kami sudah berusaha, masalahnya terkendala pada UU Nomor 20,” urainya. “Dalam UU tersebut tidak boleh menggunakan dana APBD dalam merekrut guru, sedangkan kita butuh banyak guru tapi tidak bisa.”
Karena kondisi yang mendesak, Erwandi menyebutkan bahwa beberapa sekolah terpaksa mengambil langkah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Solusi sementara yang diambil adalah merekrut guru honorer dengan skema pembiayaan yang melibatkan wali murid.
“Akhirnya ada beberapa sekolah yang kondisinya sangat mendesak mereka akhirnya bersepakat dengan komite merekrut guru honor dengan biaya sumbangan sesuai dengan kemampuan,” jelasnya.
Langkah ini diambil demi menjaga kualitas pendidikan. “Intinya kita ingin jangan sampai siswa di sekolah-sekolah yang kekurangan guru ini tidak belajar,” tegas Erwandi.
Pihak Dikbud sangat berharap agar regulasi yang ada dapat direvisi. “Kami berharap UU 20 tersebut direvisi supaya daerah yang kekurangan guru bisa merekrut tenaga guru honor seperti tahun-tahun sebelumnya,” timpal Erwandi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa krisis tenaga pengajar ini diperkirakan akan terus bertambah. Pasalnya, dalam bulan-bulan ini pun, ada sekitar 10 guru lagi dijadwalkan akan pensiun, ditambah lagi dengan pensiunnya para pengawas sekolah.










Komentar