Tuntut Keadilan Iklim, Walhi Babel Bersama Komunitas Peduli Lingkungan Gelar Youth Climate Camp 

JURNALMERDEKA.id – BANGKA TENGAH. WALIHI Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Youth Climate Camp di Taman Hutan Raya Bukit Mangkol, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (25/01/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari itu, mengusung tema “suara orang muda untuk keadilan iklim” yang diikuti oleh berbagai komunitas orang muda yang peduli terhadap lingkungan.

Adapun komunitas yang mengikuti Youth Climate Camp yakni Sahabat WALHI Kepulauan Bangka Belitung, Bujang Skuad Bukit Mangkol, Kopassas IAIN SAS Babel, Green Generation Babel, Green Leadership Babel, Hizbul Waton (HW) Universitas Muhammadiyah Babel, Pepeling Asih, dan Green Hickers Universitas Pertiba Pangkalpinang.

Dalam agenda tersebut diwarnai dengan berbagai pandangan orang muda terhadap kondisi lingkungan, sumber pencemarnya. Tidak hanya kritik terhadap kondisi lingkungan, koalisi orang muda untuk keadilan iklim juga mengusulkan kebijakan yang disusun secara kolektif sebagai langkah menuju Bangka Belitung yang Bersih, Aman, Adil dan Berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan Youth Climate Camp meliputi pemaparan materi, diskusi dan penyusunan usulan kebijakan oleh kelompok, serta evaluasi kondisi lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diharapkan sebagai jembatan untuk memperluas wawasan dan memperluas jaringan orang muda dalam menghadapi krisis iklim global.

“Youth Climate Camp ini merupakan ruang konsolidasi dan refleksi orang muda dalam menanggapi krisis iklim global serta berbagai aktivitas manusia yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 24-25 Januari 2026 diikuti komunitas orang muda yang menuntut hak nya atas keadilan bagi generasinya,” terang koordinator Koalisi Orang Muda untuk Keadilan Iklim, Fizar.

Fizar menilai massifnya berbagai bencana ekologi di daratan sumatera menjadi bukti bahwa ancaman krisis iklim bukan lagi sekedar ancaman semu, melainkan ancaman yang sedang berlangsung saat ini. Kendati dipicu oleh perubahan iklim global, bencana tersebut juga diperparah oleh buruknya kebijakan lingkungan yang belum menjadikan keselamatan ekosistem dan masyarakat sebagai prioritas negara.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas orang muda yang tidak hanya memahami ancaman perubahan iklim, tetapi juga siap sedia mengawal kebijakan iklim berkelanjutan. Dalam hal ini, masa depan orang muda juga dipertaruhkan. Maka, suara orang muda sangat relevan untuk dipertimbangkan, di dengar juga diperhitungkan oleh negara dalam menetapkan kebijakan iklim.” tutup Fizar.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan