Pangkalpinang Alami Deflasi 0,44 Persen, BPS Ingatkan TPID Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran

JURNALMERDEKA.id – PANGKALPINANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mencatatkan adanya fenomena deflasi sebesar -0,44% secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada periode Februari 2026. Meski demikian, secara tahunan (year-on-year/y-on-y), angka inflasi Kota Pangkalpinang berada di level 3%.

Kepala BPS Pangkalpinang, Dewi Savitri, menjelaskan bahwa angka inflasi tahunan sebesar 3% tersebut dipengaruhi oleh normalisasi harga setelah berakhirnya periode diskon tarif listrik pada tahun sebelumnya.

“Untuk bulan Februari, terjadi deflasi m-to-m sebesar -0,44%. Sementara untuk tahunannya menjadi 3%. Hal ini terjadi karena tahun lalu ada diskon listrik; saat itu harga turun, sekarang harga sudah normal sehingga (secara tahunan) terlihat naik,” ujar Dewi usai rapat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Pangkalpinang, Senin (2/03/2026). 

Dewi menambahkan bahwa deflasi yang terjadi pada bulan Februari berperan penting dalam menjaga agar inflasi tahunan tidak melonjak lebih tinggi.

“Angka 3% ini sebenarnya tertahan oleh deflasi bulan ke bulan. Kebayang tidak kalau bulan ke bulannya juga mengalami inflasi? Tentu angkanya akan lebih besar,” ungkapnya.

Menghadapi bulan Maret, BPS memberikan peringatan dini kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota Pangkalpinang. Mengingat adanya momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, potensi kenaikan harga kebutuhan pokok meningkat secara alami.

BPS telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi seperti pemantauan stok, memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di pasar.

Kemudian, pengendalian harga guna menjaga agar kenaikan harga tidak melampaui batas kewajaran agar angka inflasi tetap berada di bawah 3,5%.

“Secara alami pasti akan terjadi inflasi menjelang Lebaran. Namun, kita lihat nanti penghitungannya sejauh mana. Mudah-mudahan bisa lebih terkendali sehingga tidak melebihi batas atas,” tutup Dewi.