Gubernur Hidayat Arsani Jemput Langsung Pemudik di Belinyu: Mudik Gratis Harus Terus Ada untuk Warga Babel

JURNALMERDEKA.id — BANGKA, BELINYU. Suasana haru dan bahagia menyelimuti Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Kabupaten Bangka, Senin (16/3/2026) sore. Para pemudik asal Kepulauan Bangka Belitung yang merantau di luar daerah akhirnya tiba di kampung halaman menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dalam program Mudik Gratis 2026.

Kedatangan para pemudik itu disambut langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama unsur Forkopimda. Kehadiran orang nomor satu di Babel tersebut menjadi simbol perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat perantau yang pulang untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.

Dengan penuh kehangatan, Gubernur Hidayat menyapa para pemudik yang baru turun dari kapal.

“Selamat datang sepradik-sepradik di kampung halaman. Kita sudah dibantu oleh TNI AL mulai dari keberangkatan hari Minggu kemarin hingga hari ini tiba di Babel. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa menyiapkan fasilitas seperti ini lagi,” ujar Hidayat Arsani.

Program Mudik Gratis ini merupakan inisiatif TNI Angkatan Laut yang setiap tahun memanfaatkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk melayani masyarakat yang ingin pulang kampung menjelang Lebaran, termasuk bagi pemudik yang membawa sepeda motor.

Pada tahun 2026, program tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara TNI AL, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ikatan Keluarga Masyarakat (IKM) Babel, Bank Sumsel, serta PT Timah. Sebanyak 1.100 pemudik asal Babel diberangkatkan dari Jakarta menggunakan KRI Semarang-594 dengan rute Jakarta–Babel–Belitung sejak Minggu (15/3/2026).

Gubernur Hidayat menegaskan bahwa Pemprov Babel akan terus mendukung program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemprov Babel tidak lain dan tidak bukan hanya ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Negeri kita adalah negeri yang penuh dengan rasa tanggung jawab,” tegasnya.

Selama perjalanan, para pemudik juga mendapatkan fasilitas makan untuk berbuka puasa dan sahur di atas kapal. Setibanya di Belinyu, mereka kembali difasilitasi dengan transportasi lanjutan menuju daerah masing-masing.

Sebanyak 10 unit bus dari PT Timah serta 6 unit bus dari Pemerintah Kabupaten Bangka dan Pemerintah Kota Pangkalpinang disiapkan untuk mengantar para pemudik ke berbagai wilayah tujuan di Bangka Belitung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saya mengucapkan terima kasih kepada nahkoda, TNI AL, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Berkat kerja sama ini, arus mudik dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa pulang dengan aman,” ujar Hidayat.

Ia berharap program mudik gratis tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya warga Babel yang merantau di berbagai daerah.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Bupati Bangka, Penjabat Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mudik gratis ini bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi para perantau yang akhirnya bisa kembali memeluk keluarga di kampung halaman.

Komentar