JURNALMERDEKA.id — PANGKALPINANG. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026, Senin (13/4/2026).
Sebanyak 39 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri atas 31 pria dan 8 wanita. Rinciannya, 37 peserta berasal dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di wilayah Babel, dan dua peserta dari instansi vertikal.
Pembukaan PKA dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), Fery Afriyanto. Turut hadir Kepala BKPSDMD Babel, Darlan, para kepala perangkat daerah, tim Komite Penjamin Mutu Kediklatan, narasumber, serta seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Pj Sekda, ditegaskan bahwa mewujudkan world class bureaucracy membutuhkan pejabat administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan kolaboratif, strategis, serta berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik.
Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, kapabel, serta mampu memberikan pelayanan publik prima yang ditargetkan tercapai pada 2045.
“Pada setiap instansi pemerintah diperlukan sosok pejabat manajerial atau pejabat administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan kolaboratif, strategis, kinerja, dan pelayanan dalam peningkatan kinerja untuk organisasinya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kinerja aparatur untuk mencapai standar tinggi dalam pelayanan publik merupakan program utama pemerintah saat ini. Hal ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan dan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang prima, efisien, dan terjangkau.
“Melalui proses pelatihan ini diharapkan peserta menjadi pemimpin yang memiliki kompetensi kepemimpinan kinerja maupun pelayanan sebagai kompetensi manajerial, sehingga mampu memimpin pelaksanaan program dan kegiatan pada perangkat daerah masing-masing sesuai SOP serta mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi sarana peningkatan kompetensi dalam meraih prestasi, baik dari aspek sikap maupun perilaku, meliputi moral yang baik, dedikasi dan loyalitas terhadap tugas organisasi, kemampuan menjaga reputasi diri dan instansi, serta kesehatan jasmani dan rohani.
“Di tengah era digital dan persaingan global, birokrasi dituntut bertransformasi. ASN harus menjadi smart ASN yang adaptif terhadap teknologi guna menghadirkan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan efisien,” ujar Fery.
“Peserta dituntut mampu menyusun strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Babel, Darlan, selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa PKA ini bertujuan mencetak pemimpin transformasional yang memiliki kemampuan kepemimpinan kolaboratif serta berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi.
Pelatihan berlangsung mulai 26 Februari hingga 8 Juli 2026, dengan total durasi 905 jam pelajaran atau setara 104 hari. Metode pembelajaran meliputi e-learning, pembelajaran klasikal, pembangunan komitmen bersama, proyek perubahan, hingga evaluasi akhir.
Adapun kurikulum pelatihan mencakup empat agenda utama, yakni kepemimpinan Pancasila dan bela negara, kepemimpinan kinerja, kepemimpinan pelayanan publik, serta aktualisasi kepemimpinan.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Babel berharap dapat melahirkan aparatur yang berintegritas, kompeten, serta mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan berdaya saing.








Komentar