JURNALMERDEKA.id – PANGKALPINANG. Organisasi Emergency Respon Pejuang Masyarakat (ERPEKAT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi damai menolak penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Titik Nol Kilometer Pangkalpinang, Rabu (24 Juni 2026).
“Kami menyatakan dengan tegas menolak penghentian Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Ketua Umum ERPEKAT Bangka Belitung, Ibnu Hajar.
Menurutnya, hal yang diperlukan negara bukan menghentikan program yang bertujuan mulia, melainkan memperbaiki segala kekurangan yang ada dalam pelaksanaannya. Ia mengingatkan agar kekurangan yang terjadi tidak dijadikan alasan untuk memutus harapan jutaan anak di Indonesia.
“Harus kita sadari, pemenuhan gizi anak adalah investasi jangka panjang bangsa. Anak yang sehat belajar lebih baik, yang cukup gizi tumbuh lebih kuat, dan generasi yang kuat adalah fondasi Indonesia yang maju,” ujar Ibnu Hajar.
Pihaknya mendukung langkah Pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, transparan, dan berbasis data, namun dengan syarat penting evaluasi tidak boleh berubah menjadi penghentian yang merugikan masyarakat.
Ibnu Hajar menekankan pesan inti dalam pernyataan sikapnya jangan korbankan anak‑anak hanya karena kelemahan sistem. Jangan hilangkan manfaat karena kesalahan teknis yang masih bisa diperbaiki. Jangan matikan harapan rakyat hanya karena pelaksanaan butuh penyempurnaan. Masa depan anak bangsa tidak boleh menjadi korban ketidaksiapan sistem.
Ia mengajak seluruh pihak untuk mengawal agar program ini makin baik, lebih tepat sasaran, bermutu tinggi, dan benar‑benar bermanfaat luas.
“MBG harus dievaluasi, bukan dihentikan, programnya diperbaiki, manfaatnya tetap dilanjutkan.” tukasnya.














Komentar