JURNALMERDEKA.id – PANGKALPINANG. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan seluruh anak di wilayahnya mendapatkan hak pendidikan. Ia menegaskan tidak boleh ada satu pun anak di Babel yang putus sekolah atau tidak dapat menempuh pendidikan.
Pernyataan ini disampaikan usai acara peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Pangkalpinang, yang berlokasi di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Selasa (7/7/2026).
“Bagaimana caranya, tidak boleh ada lagi anak-anak di Provinsi Babel yang tidak bisa sekolah. Kita sudah merdeka. Jika masih ada anak yang tidak sekolah, Kepala Dinasnya akan saya pecat. Baik ada anggaran maupun tidak, anak-anak harus tetap bisa sekolah,” tegas Hidayat Arsani.
Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan adalah tanggung jawab mutlak pemerintah, sehingga kehadiran pemerintah harus terasa untuk menghapuskan hambatan pendidikan.
“Apapun yang terjadi, anak harus sekolah. Jika ada kendala seperti masalah zonasi, hal itu masih bisa disiasati dengan saling pengertian. Intinya, tidak ada anak di Babel yang tidak sekolah, kecuali ada faktor X yang di luar kuasa Allah SWT,” ujarnya.
Gubernur juga mengungkapkan capaian membanggakan, di mana kualitas pendidikan di Babel kini telah melesat pesat dan menempati peringkat ke-6 terbaik di Indonesia. Padahal sebelumnya, posisi pendidikan Babel sempat berada di tiga urutan terbawah nasional.
Berkat kemajuan tersebut, ia meminta seluruh pihak terkait dan satuan pendidikan untuk bekerja keras menjaga prestasi ini. “Kini kita sudah masuk 6 besar se-Indonesia. Posisi luar biasa ini harus kita jaga dan pertahankan bersama,” pungkasnya.














Komentar