PT TIMAH Ajak Mitra Usaha Taat Aturan, Wujudkan Pertambangan yang Berkelanjutan

JURNALMERDEKA.id – BELITUNG. PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong para mitra usaha untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan menerapkan standar usaha jasa pertambangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pertambangan yang profesional, aman, dan berkelanjutan.

Salah satu usaha yang dilakukan diantaranya menggelar Bimbingan Teksnis (Bimtek) Pedoman Pelaksanaan Aspek Standarisasi Usaha Jasa Pertambangan yang digelar di Grand Hatika Hotel, Tanjungpandan, Belitung pekan lalu. Kegiatan ini diikuti puluhan direktur perusahaan jasa pertambangan, mitra usaha, serta Penanggung Jawab Operasional (PJO).

Kegiatan ini disambut antusias oleh mitra usaha, salah satunya Direktur CV Harapan Bumi Hijau, Suryadi, mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat bagi para mitra usaha.

Menurutnya, selain menambah wawasan mengenai regulasi terbaru, Bimtek juga menjadi sarana berbagi pengalaman antarperusahaan jasa pertambangan.

“Kami jadi memiliki pemahaman yang sama mengenai aturan yang berlaku. Ada beberapa regulasi yang berubah dan harus kami ikuti. Kami juga jadi memahami bahwa administrasi yang tidak dijalankan dengan baik dapat berdampak terhadap kerja sama dengan PT TIMAH,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara berkala agar seluruh mitra usaha dapat terus memperbarui pemahaman terhadap regulasi yang terus berkembang.

“Administrasi tidak boleh diabaikan karena menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dijalankan dengan baik dan benar. Dengan Bimtek seperti ini kami bisa mengetahui apa yang sebelumnya belum kami pahami, kemudian memperbaikinya secara bertahap. Harapannya seluruh mitra usaha dapat semakin tertib dalam memenuhi kewajiban administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT TIMAH (Persero) Tbk, Handy Geniardi, mengatakan penguatan tata kelola perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kepatuhan seluruh mitra usaha terhadap standar dan regulasi yang berlaku.

Ia menjelaskan, ada lima fokus utama dibahas, yakni peningkatan kepatuhan terhadap regulasi dan kaidah teknik pertambangan yang baik, penguatan kolaborasi kemitraan yang produktif, pemahaman kewajiban perusahaan jasa pertambangan, implementasi standarisasi dan evaluasi teknis di lapangan, serta peningkatan kompetensi peserta sebagai agen perubahan.

“Kelima aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pertambangan yang lebih baik, sehingga setiap kegiatan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan, aman, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun para mitra usaha,” ujar Handy.

Dalam kesempatan ini, Handy juga menegaskan produktivitas perusahaan harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan kerja, kepatuhan hukum, dan perlindungan lingkungan.

“Mari kita jadikan PT TIMAH sebagai perusahaan tambang timah kelas dunia yang tidak hanya unggul dari sisi bisnis, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik, menjunjung tinggi keselamatan kerja, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kolaborasi yang efektif adalah kunci, regulasi menjadi pedoman, dan komitmen menjadi landasan dalam setiap aktivitas pertambangan,” katanya.

Komentar

News Feed