PT TIMAH Dukung Kelapa Expo Vol. 2, Dorong UMKM, Kearifan Lokal, dan Kreativitas Pemuda Bangka Barat

JURNALMERDEKA.id – BANGKA BARAT. Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam mendukung pengembangan masyarakat terus dilakukan dengan berpartisipasi terhadap berbagai kegiatan yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satunya dengan mendukung penyelenggaraan Kelapa Expo Vol. 2 Tahun 2026, yang akan berlangsung pada 22–25 Juli 2026 di Eks Lapangan Bola Kelurahan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

Dukungan PT TIMAH dalam kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk mendukung pengembangan generasi muda pasalnya kegiatan ini digagas oleh pemuda Yayasan Tunas Muda Kelapa yang menaungi kelompok pemuda di Kecamatan Kelapa.

Kelapa Expo diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka ruang bagi pelaku UMKM, sekaligus menjadi panggung pelestarian budaya lokal.

Ketua Pelaksana Kelapa Expo Vol. 2, Khoirussoleh, mengatakan, tahun ini penyelenggara menargetkan lebih dari 100 pelaku UMKM ikut ambil bagian. Saat ini, sebanyak 82 UMKM dari berbagai kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mendaftarkan diri.

“Fokus utama kegiatan tahun ini memang pada bazar UMKM. Target kami lebih dari 100 UMKM, sekitar 20 di antaranya berasal dari Kecamatan Kelapa, sedangkan sisanya dari berbagai daerah di Bangka Belitung. Sampai saat ini sudah ada 82 UMKM yang mendaftar,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap Kelapa Expo terus bertambah dibandingkan penyelenggaraan perdana.

“Tahun lalu target kami 50 UMKM, ternyata yang ikut sekitar 80 UMKM. Tahun ini kami optimistis bisa melampaui 100 peserta,” katanya.

Selain menjadi ajang promosi produk lokal, Kelapa Expo juga menghadirkan berbagai pertunjukan budaya sebagai upaya menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai jarang ditampilkan.

Beragam atraksi budaya akan memeriahkan expo, mulai dari tari tradisional, pencak silat, pertunjukan Pangkak Gasing, hingga musik dambus dan tari sambut. Penampilan pencak silat dari Desa Kacung juga akan menjadi salah satu daya tarik selama acara berlangsung.

“Kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku seni budaya. Selama ini banyak potensi lokal yang belum memiliki panggung untuk tampil. Melalui Kelapa Expo kami ingin membangkitkan kembali kearifan lokal seperti Pangkak Gasing, permainan tradisional, dambus, hingga tari sambut agar semakin dikenal masyarakat,” jelasnya.

Pada malam penutupan, Kelapa Expo Vol. 2 akan menghadirkan konser grup musik Tip X.

Khoirussoleh berharap tingginya jumlah pengunjung dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan roda perekonomian masyarakat setempat.

Menurutnya, penyelenggaraan Kelapa Expo juga berangkat dari keinginan para pemuda untuk menciptakan destinasi singgah baru di Kecamatan Kelapa.

“Selama ini Kelapa belum memiliki pusat kegiatan atau destinasi yang membuat orang singgah. Karena itu kami berinisiatif membuat event yang mampu menggerakkan perputaran ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi yang kami miliki,” ujarnya.

Ia mengapresiasi dukungan PT TIMAH terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, bantuan perusahaan menjadi bukti kepedulian terhadap pengembangan masyarakat, meskipun Kecamatan Kelapa bukan merupakan kawasan pertambangan.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan PT TIMAH. Bantuan ini sangat membantu kegiatan sehingga Kelapa Expo dapat terlaksana dengan baik. Harapan kami, event ini bisa terus berlanjut menjadi agenda tahunan,” katanya.

Ia menilai perhatian PT TIMAH menunjukkan bahwa manfaat program sosial perusahaan tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah operasional pertambangan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang memiliki potensi untuk berkembang.

“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan pemuda, baik untuk mengembangkan potensi daerah, melestarikan budaya, maupun memberdayakan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat,” tutupnya.

Kelapa Expo Vol. 2 mengusung semangat menjadi wadah kreativitas generasi muda, memperkuat seni dan budaya lokal, mempromosikan produk UMKM, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemuda, dan dunia usaha seperti PT TIMAH, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Bangka Barat.

Komentar