JURNALMERDEKA.id – PANGKALPINANG. Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fraksi Gerindra, Hardi Efendi, menilai program beasiswa dan pengawasan orang tua menjadi dua hal penting untuk melindungi anak dari dampak negatif media sosial mulai dari kekerasan hingga tindak kriminalitas.
Hal itu ia sampaikan usai reses gabungan anggota DPRD Babel Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang, yang dihadiri perwakilan guru dan siswa dari berbagai SMA dan SMK di Kota Pangkalpinang, yang digelar di Aula SMKN 2 Pangkalpinang, Sabtu (12/9/2026).
Dalam reses itu, Hardi menampung sejumlah usulan dari para guru terkait pendidikan. Salah satunya terkait perluasan akses beasiswa.
“Alhamdulillah, intinya kita reses gabungan ini, InsyaAllah ada beberapa usulan dari Bapak Ibu Guru, terus adik-adik kita tentang beasiswa. Kita sudah sampaikan sekarang ini sudah banyak program-program beasiswa yang diluncurkan oleh pemerintah kita, baik dari kementerian, terus dari anggaran APBD kita sendiri, terus kalau CSR kita sudah kita tekankan sekarang ini untuk membantu di pendidikan kita itu sendiri,” kata Hardi.
Selain pendidikan, Hardi juga menyoroti maraknya kasus anak yang terjerat pinjaman online dan terpengaruh konten negatif di media sosial. Ia mengingatkan orang tua agar lebih ketat mengawasi penggunaan gawai oleh anak.
Menurut Hardi, banyak kejadian kekerasan dan kriminalitas yang berawal dari interaksi di media sosial. Karena itu ia meminta siswa mengurangi intensitas bermain handphone dan fokus ke pendidikan.
“Pesan bagi anak-anak kita agar tidak terlibat pinjol, serta pengaruh besar penggunaan media sosial yang menjerumuskan pada kekerasan ataupun tindak kriminal,” tegas Hardi.














Komentar