Jurnalmerdeka.id — PANGKALPINANG. Warga Desa Bedengung menyampaikan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, dalam audiensi Aliansi Masyarakat Bedengung bersama Dewan Mahasiswa IAIN SAS Babel dengan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (7/10/2026).
Bagi warga, ketidakhadiran tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa Bupati seakan tidak peduli dengan kisruh yang terjadi di wilayah kerjanya.
“Dengan tidak hadirnya Bupati hari ini, kami semakin tidak percaya lagi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Selama ini kami sudah berkali-kali melapor, tetapi tidak pernah digubris, bahkan oleh Bupatinya sendiri,” luap perwakilan warga di hadapan pimpinan DPRD Babel.
Warga juga menyindir aktivitas Bupati yang dinilai lebih menonjolkan diri di media sosial. “Kami melihat Bupati lebih sibuk ngonten dan joget-joget di media sosial, bahkan sampai mendapat penghargaan tingkat nasional. Padahal di Bangka Selatan, banyak kasus yang tidak pernah ditindaklanjuti,” ucapnya.
“Urusan sekelas Kades saja tidak bisa diselesaikan, padahal kasus-kasus itu sudah terjadi sejak 2024 silam,” tambahnya.
Warga menuntut agar Amrullah segera diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya sebagai Kepala Desa Bedengung. Pasalnya, selain dugaan korupsi, kolusi, dan pelecehan seksual, Kades juga dinilai sewenang-wenang memberhentikan ketua RT, pengurus BUMDes, dan perangkat desa lain tanpa musyawarah, lalu menggantinya dengan kerabat sendiri. Bahkan warga yang menentang dilaporkan mendapat intimidasi hingga ancaman senjata tajam.
“Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Hari ini kami datang ke DPRD Provinsi Babel, meminta agar suara kami didengar dan ditindaklanjuti dengan serius,” pungkas warga.








Komentar