JurnalMerdeka.id — PANGKALPINANG. Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayu Trisna menutup secara resmi Job Fair Tahun 2026, Kamis (15/10/2026) Bertempat di Gedung Serba Guna ISB Atma Luhur Pangkal Pinang.
Dalam kesempatan itu, Dessy melihat pelamar perempuan tercatat mendominasi sebagai peserta yang mendaftarkan diri dalam Job Fair Pangkal pinang 2026 yang berlangsung selama dua hari (14-15 Oktober), di Institut Sains dan Bisnis (ISB).
Selama dua hari tersebut, pelamar perempuan tercatat mencapai 59,8 persen. Tingginya partisipasi perempuan menunjukkan perempuan siap bersaing di dunia kerja dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Itu artinya perempuan-perempuan di Kota Pangkalpinang ini cukup mandiri, tangguh, dan mereka siap menjadi motor penggerak roda ekonomi di Kota Pangkal Pinang,” ujar Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna saat menutup Job Fair, Kamis (15/10/2026).
Job Fair Pangkal Pinang 2026 melibatkan 18 perusahaan yang membuka 49 jabatan dan 291 lowongan kerja ini, 52,3 persen pelamar merupakan lulusan D4 dan S1.
Sementara itu, 63,1 persen pelamar sudah memiliki pengalaman kerja dan 36,9 persen lainnya merupakan lulusan baru atau fresh graduate.
“Peserta yang lolos seleksi kita harap dapat bekerja dengan jujur, disiplin dan penuh tanggung jawab. Bagi yang belum dapat pekerjaan, tetap semangat memanfaatkan peluang lain yang ada nantinya,” ujarnya.
Dessy menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang dapat terus berupaya mendukung pencari kerja melalui pelatihan dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas kesempatan kerja.
“Kita akan berupaya memperluas kesempatan kerja bersama perusahaan-perusahaan. Para pencari kerja kita harap bisa terus mengasah kemampuan dan ketrampilannya, dan tidak mudah putus asa dalam mencari pekerjaan,” harap Dessy.
Pada kesempatan ini, Pemkot Pangkal Pinang menyerahkan penghargaan kepada perusahaan atas partisipasinya dalam Job Fair Pangkal Pinang 2026, mulai dari perusahaan dengan jumlah pelamar terbanyak, pembuka lowongan kerja terbanyak, hingga perusahaan yang menerima tenaga kerja penyandang disabilitas.








Komentar