JURNALMERDEKA.id – PANGKALPINANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Miego, menghadiri rapat evaluasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang digelar di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang pada Selasa (3/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi data akurat yang disajikan BPS, yang menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait stabilitas harga.
Meskipun Kota Pangkalpinang mencatatkan penurunan harga (deflasi) sebesar -0,4 persen pada bulan ke bulan, inflasi tahun ke tahun mencapai 3 persen. “Memang dari bulan ke bulan ada penurunan -0,4, tetapi di tahun ke tahun 3 persen. Kalau misalnya ada fluktuasi -1 atau +1, angka bisa jadi 1,5 hingga 3,5. Nah, 3,5 ini masih dibawah batas yang ditetapkan,” jelas Miego dengan contoh perhitungan yang mudah dipahami.
Meski angka inflasi saat ini masih dalam kondisi terkendali, hal ini tidak membuat pemerintah lengah. Sekda mengungkapkan bahwa data tersebut menjadi bahan evaluasi krusial untuk menentukan kebijakan pengendalian inflasi, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan distribusi atau lonjakan permintaan barang.
“Kami dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan mengawasi pergerakan inflasi ini dengan cermat. Dengan evaluasi yang tajam dan dukungan data akurat dari BPS, kami siap mengambil langkah intervensi yang tepat sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya








Komentar