Dido Citro Jadi Delegasi PD AMPG Bangka Belitung di Forum Pemuda ASEAN, Bawa Semangat Perdamaian dari Babel

Jurnalmerdeka.id — KAMBOJA. Kader muda dari Kepulauan Bangka Belitung kembali mendapat ruang untuk berkiprah di tingkat internasional. Dido Citro, delegasi PD AMPG Kepulauan Bangka Belitung, turut hadir dalam Forum Pemuda ASEAN di Kerajaan Kamboja, bersama jajaran delegasi Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG).

Kehadiran Dido Citro menjadi bagian dari keterlibatan PD AMPG Bangka Belitung dalam memperluas jejaring kepemudaan Indonesia di kawasan ASEAN. Forum tersebut mempertemukan pemuda dari berbagai negara dan latar belakang untuk bertukar gagasan mengenai perdamaian, kepemudaan, ekonomi, sosial, budaya, serta peluang kolaborasi lintas negara.

Momentum tersebut semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam forum itu, PP AMPG menyuarakan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan ASEAN.

Ketua Umum PP AMPG Datuk H. Said Aldi Al Idrus, SE., MM., menegaskan bahwa perdamaian merupakan fondasi penting bagi terciptanya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.

“Kita harus membumikan kalimat perdamaian di negara masing-masing, agar kita semua bisa merasakan stabilitas ekonomi yang baik antarnegara. Inilah esensi dari TNI yang kuat, rakyat yang bersatu, dan ASEAN yang damai,” ujar Said,  Senin (5/10/2026).

Delegasi Babel, Membawa Nama Daerah ke Ruang ASEAN

Bagi PD AMPG Bangka Belitung, keikutsertaan Dido Citro bukan sekadar menghadiri forum internasional. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi dan perspektif generasi muda Bangka Belitung dalam ruang pergaulan kepemudaan ASEAN.

Di tengah perkembangan kawasan yang semakin dinamis, pemuda daerah memiliki kesempatan untuk membangun koneksi yang lebih luas. Pertukaran pengalaman dengan pemuda dari negara-negara ASEAN dapat menjadi pintu bagi lahirnya kerja sama baru di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, kewirausahaan, kebudayaan, pariwisata hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Pemuda Bangka Belitung harus berani keluar dari ruang lokal dan membangun jejaring di tingkat nasional maupun internasional. Forum seperti ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas,” demikian semangat yang dibawa delegasi PD AMPG Bangka Belitung.

Keterlibatan Dido Citro juga memperlihatkan bahwa kaderisasi kepemudaan tidak hanya berbicara mengenai regenerasi organisasi, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi muda agar mampu berinteraksi, berkolaborasi, dan menyampaikan gagasan Indonesia di tengah masyarakat internasional.

Dari Babel untuk ASEAN

Forum Pemuda ASEAN di Kamboja menjadi momentum bagi PD AMPG Bangka Belitung untuk memperkuat jejaring persahabatan antarpemuda.

Sebab, perdamaian kawasan tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal antarnegara. Perdamaian juga tumbuh melalui silaturahmi, saling mengenal, pertukaran gagasan dan kerja sama antargenerasi muda.

Dari Bangka Belitung, Dido Citro membawa pesan sederhana: bahwa pemuda daerah juga memiliki tempat dalam percakapan ASEAN.

“Membangun jejaring hari ini, menanam persahabatan untuk masa depan. Dari Bangka Belitung untuk Indonesia, dari Indonesia untuk ASEAN,” tukas Dido.

Komentar